Showing posts with label education. Show all posts
Showing posts with label education. Show all posts

Saturday, September 11, 2021

Muqadimah Kitab Fathul Izar

Baca Juga



Karya: KH. Abdullah Fauzi Pasuruan


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله الذي جل قدره وعز جاره الذي جعل النكاح سببا لبقاء نسل الأنام، ووسيلة الى اشتباك الشعوب والأقوام، والصلاة والسلام على سيدنا محمد المصطفى صاحب العز والصدق والوفا وعلى آله وصحبه الشرف انجوم الهدى والصفا، أما بعد:

Kitab ini kecil dan ringkas, tapi high kualitas dan besar manfaatnya. Memuat beberapa faidah penting tentang pernikahan, meliputi senggama, rahasia di balik waktu melakukannya, tatacaranya, serta rahasia dan keunikan penciptaan seorang gadis. Saya menyusun dan mengutip kitab ini dengan mengacu pada teks kitab karanga nulama besar. Semoga Allah melimpahkan anugerah dengan mengaruniai mereka keberuntungan dan keutamaan.

NASKAH Kitab Fathul Izar

Baca Juga

بسم الله الرحمن الرحيم


الحمد لله الذي جل قدره وعز جاره الذي جعل النكاح سببا لبقاء نسل الأنام، ووسيلة الى اشتباك الشعوب والأقوام، والصلاة والسلام على سيدنا محمد المصطفى صاحب العز والصدق والوفا وعلى آله وصحبه الشرف انجوم الهدى والصفا، أما بعد:

فهذه كراسة صغير حجمها لطيف شكلها جليل قدرها عظيم نفعها تشتمل على فوائد مهمة تتعلق ببعض ما للنكاح من الحرث وأسرار أوقاته وتدبيره وما لخلقة الأبكار من العجائب والأسرار جمعتها والتقطتها ونقلتها من فحول العلماء والرجال منهم الله تعالى بنيل الفوز والإفضال سميتها بفتح الإزار في كشف الأسرار لأوقات الحرث وخلقة الأبكار والله تعالى نسأل أن يجعلها نافعة لنا ولإخواننا المسلمين ويجعلها دخيرة لنا ولوالدينا يوم لاينفع مال ولابنون الا من اتى الله بقلب سليم من آفات القلب وسوء الظن. 

Thursday, September 9, 2021

Kitab Alala : Anjuran untuk Merantau

Baca Juga

     


Di rumah dan diperantauan itu sangat berbeda, dirumah (di daerah sendiri) hati akan merasa tenang dan nyaman, sedangkan di luar rumah (dalam perantauan) hati kurang tenang dan perasaan pun tidak nyaman, juga perasaan-perasaan tidak enak lainnya. Namun didalam kekurang tenangan, ketidaknyamanan dan perasaan tidak enak itulah letak penempaan jiwa menjadi jiwa yang siap menghadapi cobaan dan rintangan. 

Kitab Alala : Arti Manusia di Sekitar Kita

Baca Juga

 


    Manusia adalah makhluk yang tidak bisa tidak harus berhubungan satu dengan yang lain dan dari hubungan itu akan timbul berbagai hal yang bisa jadi bumerang tapi bisa juga menjadi pemicu kebangkitan. Orang yang salah dalam bergaul akan dengan mudah rusak dalam kehidupannya namun tidak sedikit orang-orang yang telah rusak dalam kehidupannya bisa bangkit karena pengaruh pergaulan yang baru, dalam sebuah siir disebutkan :



    “Jangan engkau temani pemalas dalam seluruh tingkahnya, karena banyak orang yang baik sebab rusaknya orang lain dia menjadi rusak. Penularan penyakitnya pemalas akan sangat cepat menempel pada orang yang rajin, bagaikan arang yang akan mati di masukkan dalam pasir”

Sedangkan Nabi bersabda :

“ Setiap bayi yang terlahir itu terlahir diatas kesucian islam, hanya ibu bapaknya yang menjadikannya yahudi nasroni atau majusi ”

Sabda Nabi ini jelas memberi pengertian bahwa manusia sangat terpengaruh oleh lingkungannya, terutama lingkungan keluarganya, maka dari itu kita harus bisa melihat lingkungan kita, sebab orang-orang di sekitar kita hanya ada tiga kelompok:

1. Orang-orang yang diatas kita dalam ilmu dan amalnya, Orang dalam kelompok ini wajib kita ikuti dan kita dekati, dari merekalah diharapkan kita akan semakin maju ilmu dan amal kita dan kepada merekalah kita harus banyak meminta nasehat dan pertimbangan- pertimbangan juga bermusyawaroh dalam setiap permasalahan yang kita hadapi. Mereka adalah sumber maka kita harus menimbanya jangan terlalu berharap sumber itu akan mendatangi kita.

2. Orang-orang yang berada dibawah kita dalam ilmu dan amalnya Orang dalam kelompok ini harus kita kasihi, dengan memberikan perhatian dan siraman nur islam dan iman kepada mereka, jangan mereka kita tinggalkan karena kita memiliki kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar dan kewajiban mengamalkan ilmu, kita harus bisa memberi maaf kepada mereka karena ketidak mengertian mereka bersikap kepada kita atau kepada diri mereka sendiri. Kita harus bisa mengajak mereka mendekatkan diri dan mengenalkannya dengan tuhannya jangan sampai malah kita menjauhkan mereka dari tuhannya karena ketidak mampuan kita berkomunikasi dengan mereka lewat komunikasi dakwah atau komunikasi kemanusiaan.

3. Orang-orang yang sederajat dengan kita dalam ilmu dan amalnya, Kelompok ini adalah kelompok yang harus kita rangkul untuk bersama berjuang meningkatkan kualitas diri masing-masing, kita ajak mereka bersaing dalam kebaikan karena persaingan adalah sesuatu yang bisa mendorong kita untuk berbuat yang lebih baik bagi kita, dan tidak ada salahnya bersaing dalam kebaikan karena itu adalah perintah Allah taala dalam firmannya.

    Semoga bermafaat, dan semoga kelak kita tergolong orang orang yang selamat.

Wednesday, September 8, 2021

Adab Memuliakan Guru menurut Kitab Alala

Baca Juga

 


Kitab Alala

 Ilmu adalah sesuatu yang mulia yang karena mulianya, harta seberapapun banyaknya tidak akan sesuai untuk di bandingkan dengan ilmu, karena hanya ilmulah yang membedakan manusia dari makhluk lainnya. Maka jasa seorang guru adalah jasa yang tidak terkira besarnya dan karena besarnya jasa guru dalam mengajarkan ilmu pada kita. Andaikan guru meminta imbalan seribu dirham dari setiap huruf yang di ajarkan maka hal itu pantas sekali dan wajib kita laksanakan karena merekalah yang menjadikan kita menjadi manusia yang sebenar-benarnya dan menjauhkan kita dari menjadi manusia kosong yang tidak berguna. Tetapi perumpamaan itu tidak lantas memberikan pemahaman kepada kita bahwa seorang guru mengajarkan ilmu karena ingin memperoleh harta.

Monday, September 6, 2021

Kitab Alala : Etika Beteman

Baca Juga

Sunday, September 5, 2021

Kitab Alala : Bahaya Lisan

Baca Juga


    Mulut bagaikan pedang yang tajam bila di gunakan dengan benar dan dengan hati-hati maka akan sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia secara umum, tapi bila tidak hati-hati menggunakannya maka akan mengiris pemegangnya atau orang lain yang mestinya tidak boleh di iris, maka dari itu bahaya yang ditimbulkan mulut lebih besar pengaruhnya dari bahaya yang di timbulkan oleh anggota badan selain mulut, satu kali tangan memukul yang tersakiti oleh tangan tersebut hanya satu orang yang terpukul, tapi satu kata terucap bisa menyakiti seluruh umat, begitu juga satu kata yang mengadu domba bisa menimbulkan bunuh membunuh di antara seluruh warga,kesalahan yang di lakukan mulut kamu dalam berkata bisa melenyapkan nyawamu karena di gantung tapi kesalahan yang dilakukan kaki kamu dalam melangkah akibatnya hanya terkilir dan jatuh.

Kitab Alala : Menjaga Lisan, Jangan Banyak Bicara

Baca Juga

    Lisan adalah anggota badan manusia kedua yang paling berpengaruh bagi manusia setelah hati, kalau hati adalah dasar bagi keselamatan dan keterpurukan manusia maka lisan adalah tonggak atau tiang dari keselamatan dan keterpurukan tersebut, Nabi bersabda :

  “ Barang siapa beriman dengan Allah taala dan hari akhir maka bicaralah yang baik atau diamlah ”

Kitab Alala : Berusaha Keras Mencari Ilmu terutama Ilmu Fiqih

Baca Juga

     Ilmu apalagi ilmu fiqih adalah semulia-mulianya karunia tuhan yang di berikan kepada manusia karena dengan ilmulah manusia bisa menjadi manusia seutuhnya.

Saturday, September 4, 2021

Kitab Alala : Bahaya Orang Bodoh Yang Tekun Ibadah

Baca Juga

     Dari syiir diatas bisa diketahui bahwa orang yang berilmu namun tetap melakukan maksiat atau kedurkaan maka dosanya besar, kesalahan terbesarnya ialah iya sudah mengetahui ilmunya namun tetap melaksanakan kemaksiatan itu, itu berarti ilmu yang ia dapatkan tidak memeberi manfaat kepada dirinya. Sementara orang yang ahli ibdah namun tidak mengetahui ilmunya lebih besar dosanya karena ia tidak mencari tahu ilmunya, sementara mencari ilmu itu wajib dan ia melakukan ibadah seoalah olah mempermainkan syariat yang sudah jelas.

 

Friday, September 3, 2021

NASEHAT UNTUK ANAKKU, BERSIAPLAH UNTUK KEHIDUPAN

Baca Juga

     Duhai anakku, aku mencintaimu dan kamu tahu itu. Hidup yang berarti itu tidaklah mudah, maka belajarkan untuk bisa mengartikan dan menguraikan apa yang diberikan oleh kehidupan.

    Tumbuhlah menjadi yang berisi lebih baik, belajarlah dari botol, jika ia diisi oleh air mineral maka ia berharga sekitar 5 ribuan, jika diisi teh atau kopi ia akan berharga 10 ribuan, jika ia diisi oleh just buah maka ia akan berharga 15 ribu, jika ia diisi madu ia akan berharga lebih mahal lagi, dan jika ia diisi oleh air comberan maka itu tidak akan ada artinya sama sekali. seperti itu juga manusia, tidak penting apa yang menjadi botolnya jasadnya tapi yang paling penting bagaimana kamu mengisi dirimu dengan sesuatu yang baik dan bermanfaat untuk orang lain karena sebaik baiknya manusia adalah ia yang paling banyak manfaatnya untuk yang lain dan sebaliknya seburuk buruknya manusia adalah yang dijauhi oleh yang lain karena keburukannya.

 

Kiat Menjaga Ilmu Menurut kitab Alala

Baca Juga

     Senang berjumpa lagi dengan anda, setelah sebelumnya kita membahas 6 syarat mencari ilmu, lalu tips bagaimana mencari teman, sekarang kita bahas tentang bagaimana kiat untuk menjaga ilmu.

    Dalam mencari ilmu tentunya kita mencari berbagai macam cara yang digunakan untuk tercapai sesuai yang dikehendaki (metode). Dalam kitab Ta’limul Muta’alim disebutkan waktu mengulangi pelajaran yang telah lewat di awal dan akhir waktu malam, karena saat Maghrib dengan Isya’ dan waktu sahur (menjelang Shubuh) adalah saat- saat yang diberkaho Allah SWT.

Thursday, September 2, 2021

Tips Mencari Teman Menurut Kitab Alala

Baca Juga

     Manusia sebagai mahluk sosial sampai kapan pun tidak akan pernah bisa hidup sendiri, pasti membutuhkan orang lain, dan itu sudah dimulai sejak lahir, kita terlahir membutuhkan bantuan seorang ibu, begitupun untuk tumbuh berkembang. dan seiring berjalannya waktu ketika kita tumbuh membutuhkan banyak teman yang akan menemani saat saat kita tumbuh.

    Teman adalah seseorang yang bersama-sama dalam menimba ilmu pada suatu lembaga pendidikan atau bekerja dalam suatu perusahaan. Karena manusia mahluk sosial maka interaksi dengan orang lain menjadi kebutuhan dan sulit terpisahkan. Tak mungkin rasanya bila kita mencari ilmu namun tidak mempunyai teman karena faktanya berjuta juta triliun manusia di dunia ini.

6 Syarat Mencari Ilmu menurut Kitab Alala

Baca Juga

     
Sejak kita terlahir ke alam dunia ini, kita tak mempunyai bekal apapun selain isakan tangis semata. Seiring dengan berputarnya waktu dari proses apa yang kita dengar dan lihat di sekitar lingkungan tempat tinggal mengalami berbagai macam kejadian dan fenomena. Dari hal tersebut kita mencoba memikirkan dan mencari tahu penyebab atau kenapa hal itu bisa terjadi inilah pengertian sederhana ilmu. Kewajiban untuk mencari ilmu telah jelas sebagaimana hadits Nabi SAW.

Sunday, March 15, 2015

Catatan sangat rahasia

Baca Juga

“Ini bukan masalah kamu lulus ujian naik kelas atau tidak, tapi masalah ini harus diluruskan”

Kadang kita sendiri tidak menyangka bahwa kita ternyata dapat menghadapi satu masalah dengan tenang. Sementara mungkin bila kita mendapatkan masalah yang sama beberapa waktu lalu, hidup kita seakan “jatuh”. 

Aku semakin percaya, bahwa Tuhan dengan cantiknya menyiapkan “kelas-kelas” untuk kita belajar sebelum mendapatkan “ujian naik kelas”. Mengasah diri dalam kelas-kelasnya memang bukan hal yang mudah. Memiliki referensi hidup orang lain dan mencoba mengambil hikmahnya bisa membantu, namun yang penting adalah cara diri membuka diri supaya dapat  memandang referensi dari berbagai macam sudut pandang.

Orang yang sedikit ilmunya tapi bertanggung jawab dan menjalankannya dalam keseharian itu lebih baik daripada banyak ilmunya tapi hanya sebatas di mulut saja. Berpengetahuan adalah baik. Berilmu adalah mulia. Tapi pengetahuan dan ilmu sebatas di bibir dan otak tak sampai ke dalam hati dan keseharian adalah bencana. Memiliki kesempatan untuk menimba ilmu itu mahal harganya, namun tanggung jawab atas ilmu yang sudah didapat itu juga harus ditunaikan.

Belajar bijak bukan hanya belajar memahami orang lain dan menyikapinya dengan baik, tetapi lebih kepada mengenal tembok-tembok yang ada dalam diri, dan berusaha untuk membongkarnya. Memang terlihat sulit untuk menghadapi masalah dengan orang lain. Tetapi pada kenyataannya adalah lebih sulit untuk menyiapkan diri sendiri supaya dapat menangani semua masalah dengan bijak. Semuanya perlu keterbukaan atas diri dan niat yang tulus. Memiliki orang-orang (ter)baik yang bersedia mengingatkan dan selalu menemani di sepanjang prosesnya adalah harta.

Tidak semua masalah harus dibereskan saat itu juga. Sering kali kita perlu mengendapkan diri supaya tidak membereskan masalah ketika diri sedang sangat emosional. Sering pula kita perlu membiarkan waktu untuk menyelesaikan masalah itu sendiri, karena banyak hal akan terjawab ketika kita mundur sejenak dari masalah. Terkadang ngotot bahwa kita benar malah memperumit masalah dan tidak selamanya kita perlu memperlihatkan bahwa kita benar. Ya, mengalah untuk menang. Sebisa mungkin menyamakan persepsi, meletakkan masalah secara terbuka bersama-sama, dan gunakan kepala dingin. 



Terima kasih kamu, selalu disampingku dan mendengarkan semua keluh kesahku disaat aku benar-benar terpuruk. 

Saturday, December 6, 2014

SHOLAT BIRRIL WALIDAIN dan SHALAT ANISIL QOBRI

Baca Juga

SHOLAT BIRRIL WALIDAIN dan SHALAT ANISIL QOBRI

Dengan mengharap ridho Allah SWT dan Syafaat kanjeng Nabi Muhammad SAW di hari penghitungan kelak. Sedikit tulisan untuk mengenang Ibu tercinta, Ibu Toyibah Binti Salwan. Semoga kemuliaan senantiasa bersama beliau, diampuni semua dosanya dan diterima semua Ibadahnya.

Segala puji bagi ALLAH SWT serta sholawat dan salam kita haturkan pada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW yang senantiasa kita nantikan syafaatnya dihari kiamat kelak.
Tulisan ini dikutib dari berbagai sumber, semoga tulisan tentang SHOLAT BIRRIL WALIDAIN dan SHALAT ANISIL QOBRI membantu Para pelopor semua yang mencoba untuk mengerjakannya, sebagai perwujudan bahwa kita menyayangi dan mencitai mereka yang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita.   


SHOLAT BIRRIL WALIDAIN

Sholat Birril Walidain dikerjakan pada malam kamis sesudah sholat maghrib sebanyak 2 rekaat, Dengan niat :
اصلى سنة لبر الوالدين ركعتين لله تعالى 

setelah membaca fatehah kemuidan membaca Ayat kursi 5 X, Surat Al falaq 5 X, dan Surat An Nas 5 X. Dan sesudah salam membaca Do’a :

اللهم انك تعلم سرى وعلانيتى وانى قد صليت هذه الصلاة وتعلم نيتى وقصدي بها فتقبلها. واجعل ثوابها نافعا لوالدى . اللهم كما امرتنا بشكر الوالدين والاحسان اليهما واصطناع المعروف لديهما ووصيتنا بالترحم عليهما كما ربونا صغارا. ( فارحم اللهم والدينا.. × ٣ ) . واغفر لهما مغفرة جامعة تمحو بها سالف اوزارهما وسيئ اصرارهما وارحمهما رحمة تنير لهما بها المضجع فى قبورهما وتؤمنهما بها يوم الفزع عند نشورهما برحمتك ياأرحم الراحمين. الفاتحة

Shalat Birril Walidain merupakan hadiah untuk Ibu dan Ayah. Penghargaan dan cinta kepada orang tua bisa diungkapkan dalam sebuah bingkisan yang sakral, yaitu Shalat Birril Walidain. Shalat sunnah ini terdiri dari dua rakaat. Pada rakaat pertama dianjurkan membaca al-Fatihah dan istighfar 10 kali.

رب اغفر لى و لوالدى و للمؤمنين يوم يقوم الحساب
Rabi-ghfir lî wa li-wâlidayya wa lil-mu’minîn yauma yaqûmul-hisâb

(Wahai Pengasuhku, ampunilah aku, kedua orangtuaku dan orang-orang mukmin pada hari perhitungan berlaku)

SHALAT ANISIL QOBRI

Yang paling menakutkan bagi seorang mayit adalah ketika malam pertama di alam kubur, maka alangkah lebih baik jika kita memberikan sedekah kepada orang yang beru meninggal dunia pada malam pertamanya di alam kubur dengan mengerjakan sholat Anisil Qobri. Sholat ini dikerjakan 2 rekaat yang dilaksanakan setelah mengerjakan Sholat Maghrib. Sebagaimana Hadist Nabi :

روي عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال لا يأتى على الميت أشد من الليلة الأولى, فارحموا بالصدقة من يموت. فمن لم يجد فليصل ركعتين يقرأ فيهما: أي في كل ركعة منهما فاتحة الكتاب مرة, وآية الكرسى مرة, وألهاكم التكاثر مرة, وقل هو الله أحد عشر مرات, ويقول بعد السلام: اللهم إني صليت هذه الصلاة وتعلم ما أريد, اللهم ابعث ثوابها إلى قبر فلان بن فلان فيبعث الله من ساعته إلى قبره ألف ملك مع كل ملك نور وهدية يؤنسونه إلى يوم ينفخ فى الصور.

Diriwayatkan dari Rasulullah, Ia bersabda, “Tiada beban siksa yang lebih keras dari malam pertama kematiannya. Karenanya, kasihanilah mayit itu dengan bersedekah. Siapa yang tidak mampu bersedekah, maka hendaklah sembahyang dua raka‘at. Di setiap raka‘at, ia membaca surat Alfatihah 1 kali, Ayat Kursi 1 kali, surat Attaktsur 1 kali, dan surat Al-ikhlash 11 kali. Setelah salam, ia berdoa, ‘Allahumma inni shallaitu hadzihis shalata wa ta‘lamu ma urid. Allahummab ‘ats tsawabaha ila qabri fulan ibni fulan (sebut nama mayit yang kita maksud),’ Tuhanku, aku telah lakukan sembahyang/Sholat ini. Kau pun mengerti maksudku. Tuhanku, sampaikanlah pahala Sholat/sembahyangku ini ke kubur (sebut nama mayit yang dimaksud), niscaya Allah sejak saat itu mengirim 1000 malaikat. Tiap malaikat membawakan cahaya dan hadiah yang kan menghibur mayit sampai hari Kiamat tiba.” [Syekh Nawawi Albantani, Nihayatuz Zain, (Bandung, Almaarif) Hal. 107].


Tata Cara shalat:

Niat sholat Anisil Qobri :
اصلى سنة لأنس القبر ركعتين لله تعالى

“ Saya niat shalat anisil Qobri karena Allah ta’ala” 

sholat Anisil Qobri adalah Shalat dua rekaat shalat seperti shalat biasa pada umunya akan tetapi setelah baca fatikhah membaca :

1. Ayat Qursi 1x
2. Al hakumut takatsur 1x
3. Qulhuwallohu ahad 11x
4. Qul Falaq 1x
5. Qul Nas 1x
Kemudian setelah salam membaca do’a sholat Anisil Qobri sebagai berikut:
اللهم انى صليت هذه الصلاة وتعلم ما اريد. اللهم ابعث ثوابها الى روح........بن.......

Allahumma inni shallaitu hadzihis shalata wa ta‘lamu ma urid. Allahummab ‘ats tsawabaha ila qabri fulan ibni fulan (sebut nama mayit yang kita maksud),’ Tuhanku, aku telah lakukan sembahyang/Sholat ini. Kau pun mengerti maksudku. Tuhanku, sampaikanlah pahala Sholatku ini ke kuburnya.... Bin/Binti... (sebut nama mayit yang dimaksud),

Untuk sempurnanya Sholat Anisil Qobri, ditambah dengan do'a sebagai berikut :

 اللهم انه (ها) نزل بك وانت خير منزل بك به (ها)


lalu Do’a sholat Anisil Qobri: 
اللهم انى صليت هذه الصلاة وتعلم ما اريد اللهم ابعث ثوابها الى روح ........... / الى ارواح جميع امة هذا الرسول.

dan do'a sholat Anisil Qobri
:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَشَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ 

“Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qobri, wa ‘adzabin naar, wa fitnatil mahyaa wal mamaat, wa syarri fitnatil masihid dajjal" 

[Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka, penyimpangan ketika hidup dan mati, dan kejelekan Al Masih Ad Dajjal].” (HR. Muslim).
SHOLAT BIRRIL WALIDAIN dan SHALAT ANISIL QOBRI
SHOLAT BIRRIL WALIDAIN dan SHALAT ANISIL QOBRI

semoga SHOLAT BIRRIL WALIDAIN dan SHALAT ANISIL QOBRI bisa bermanfaat untuk semuanya. Setidaknya dengan SHOLAT BIRRIL WALIDAIN dan SHALAT ANISIL QOBRI bisa menjadikan kita anak yang sholeh yang berbakti kepada kedua orang tua, dan yang kita lakukan bisa menjadi amal jariyah untuk orang tua kita. Amin Amin Amin...... :)
Love You Ma, as Always... :)
miss you.




Saturday, May 18, 2013

KEUTAMAAN NISFU SAY'BAN DAN DO'A MALAM NISFU SYA'BAN

Baca Juga



Nisfu Sya'ban adalah hari peringatan Islam yang jatuh pada pertengahan bulan Sya'ban. Dalam kalangan Islam, Nisfu Sya'ban diperingati menjelang bulan Ramadhan. Pada malam ini biasanya diisi dengan pembacaan Surat Yaasiin tiga kali berjamaah dengan niat semoga diberi umur panjang, diberi rizki yang banyak dan barokah, serta ditetapkan imannya.


Peringatan Nisfu Sya'ban tidak hanya dilakukan di Indonesia saja. Al-Azhar sebagai yayasan pendidikan tertua di Mesir bahkan di seluruh dunia selalu memperingati malam yang sangat mulia ini. Hal ini karena diyakini pada malam tersebut Allah akan memberikan keputusan tentang nasib seseorang selama setahun ke depan. Keutamaan malam nisfu Sya'ban diterangkan secara jelas dalam kitab Ihya' Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali.

KEUTAMAAN NISFU SAY'BAN DAN DO'A MALAM NISFU SYA'BAN
KEUTAMAAN NISFU SAY'BAN DAN DO'A MALAM NISFU SYA'BAN
Imam Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Sya’ban sebagai malam yang penuh dengan syafaat (pertolongan). Menurut al-Ghazali, pada malam ke-13 bulan Sya’ban Allah SWT memberikan seperti tiga syafaat kepada hambanya. Sedangkan pada malam ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh. Dengan demikian, pada malam ke-15, umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun. Karepa pada malam ke-15 bulan Sya’ban inilah, catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan dinaikkan ke hadapan Allah SWT.

Para ulama menyatakan bahwa Nisfu Sya’ban juga dinamakan sebagai malam pengampunan atau malam maghfirah, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi, terutama kepada hamba-Nya yang saleh.


Tentang keutamaan malam Nisfu Sya’ban ini, dimana kita dianjurkan untuk melakukan ibadah terutama untuk memohon ampun, memohon rezeki dan umur yang bermanfaat, terdapat beberapa hadis yang menurut sebagian ulama sahih. Diantaranya


Diriwayatkan dari Siti A’isyah ra berkata, : "Suatu malam rasulullah salat, kemudian beliau bersujud panjang, sehingga aku menyangka bahwa Rasulullah telah diambil, karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Rasulullah usai salat beliau berkata: “Hai A’isyah engkau tidak dapat bagian?”. Lalu aku menjawab: “Tidak ya Rasulullah, aku hanya berfikiran yang tidak-tidak (menyangka Rasulullah telah tiada) karena engkau bersujud begitu lama”. Lalu beliau bertanya: “Tahukah engkau, malam apa sekarang ini”. “Rasulullah yang lebih tahu”, jawabku. “Malam ini adalah malam nisfu Sya’ban, Allah mengawasi hambanya pada malam ini, maka Ia memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki” (H.R. Baihaqi) .


Diriwayatkan dari Siti Aisyah ra bercerita bahwa pada suatu malam ia kehilangan Rasulullah SAW. Ia lalu mencari dan akhirnya menemukan beliau di Baqi’ sedang menengadahkan wajahnya ke langit. Beliau berkata: “Sesungguhnya Allah Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam nishfu Sya’ban dan mengampuni (dosa) yang banyaknya melebihi jumlah bulu domba Bani Kalb.” (HR Turmudzi, Ahmad dan Ibnu Majah)


Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah pada malam nishfu Sya’ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni semuanya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah)


Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib KW bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jika malam nishfu Sya’ban tiba, maka salatlah di malam hari, dan berpuasalah di siang harinya, karena sesungguhnya pada malam itu, setelah matahari terbenam, Allah turun ke langit dunia dan berkata, Adakah yang beristighfar kepada Ku, lalu Aku mengampuninya, Adakah yang memohon rezeki, lalu Aku memberinya rezeki , adakah yang tertimpa bala’, lalu Aku menyelamatkannya, demikian seterusnya hingga terbitnya fajar.” (HR Ibnu Majah).

Demikianlah keutamaan dan kelebihan malam Nishfu Sya’ban yang Insya Allah akan jatuh pada Senin tgl 26 Juli 2010 sore hingga subuh . Marilah kita manfaatkan malam yang mulia ini untuk mendekatkan diri dan memohon ampunan dan berdzikir sebanyak-banyaknya kepada Allah. SWT


“ALLAAHUMMA YAA DZAL MANNI WALAA YUMANNU ‘ALAIKA YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM, YAA DZATH THAULI WALIN’AAM, LAA ILAAHA ILLAA ANTA, DHAHRUL LAAJIIN, WA JAARUL MUSTAJIIRIIN, WA AMAANUL KHAA IFIIN, ALLAAHUMMA IN KUNTA KATABTA NII ‘INDAKA FII UMMIL KITAABI SYAQIYYAN AW MAHRUUMAN AW MATHRUUDAN AW MUQTARRAN ‘ALAYYA FIR RIZQI, FAMHULLAA HUMMA BI FADLLIKA SYAQAAWATII WA HIRMAANII WA THARDII WAQ TITAARI RIZQII WA ATS-BITNII INDAKA FII UMMIL KITAABI SA’IIDAN MARZUUQAN MUWAFFAQALLIL KHAIRAAT. FA INNAKA QULTA WA QAULUKAL HAQQU FII KITAABIKAL MUNAZZALI ‘ALAA NABIYYIKAL MURSALI, YAMHUL LAAHUMAA YASYAA U WA YUTSBITU WA ‘INDAHUU UMMUL KITAAB. ILAAHII BITTAJALLIL AA’DHAMI FII LAILATIN NISHFI MIN SYAHRI SYA’BAANIL MUKARRAMIL LATII YUFRAQU FIIHAA KULLU AMRIN HAKIIM WA YUBRAM, ISHRIF ‘ANNII MINAL BALAA I MAA A’LAMU WA MAA LAA A’LAM WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUBI BIRAHMATIKA YAA ARHAMAR RAAHIMIIN.

artinya:
“Ya Allah Tuhanku Pemilik nikmat, tiada ada yang bisa memberi nikmat atasMU. Ya Allah Pemilik kebesaran dan kemuliaan. Ya Allah Tuhanku Pemilik kekayaan dan Pemberi nikmat. Tidak ada yang patut disembah hanya Engkau. Engkaulah tempat bersandar. Engkaulah tempat berlindung dan padaMUlah tempat yang aman bagi orang-orang yang ketakutan. Ya Allah Tuhanku, jika sekiranya Engkau telah menulis dalam buku besarMU bahwa adalah orang yang tidak bebahagia atau orang yang sangat terbatas mendapat nikmatMU, orang yang dijauhkan daripadaMU atau orang yang disempitkan dalam mendapat rizki, maka aku memohon dengan karuniaMU, semoga kiranya Engkau pindahkan aku kedalam golongan orang-orang yang berbahagia, mendapat keluasan rizki serta diberi petunjuk kepada kebajikan. Sesungguhnya Engkau telah berkata dalam kitabMU yang telah diturunkan kepada RasulMU, dan perkataanMU adalah benar, yang berbunyi: Allah mengubah dan menetapkan apa-apa yang dikehendakiNYA dan padaNYA sumber kitab. Ya Allah, dengan tajalliMU Yang Mahabesar pada malam Nisfu Sya’ban yang mulia ini, Engkau tetapkan dan Engkau ubah sesuatunya, maka aku memohon semoga kiranya aku dijauhkan dari bala bencana, baik yang aku ketahui atau yang tidak aku ketahui, Engkaulah Yang Mahamengetahui segala sesuatu yang tersembunyi. Dan aku selalu mengharap limpahan rahmatMU ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih.”

Sahabatku,
Perlu saya tekankan di sini, tidak ada larangan dari Rasul untuk berdoa di malam Nisfu Sya’ban, justru pelarangan akan hal ini merupakan perbuatan munkar, sebagaimana sabda Rasulullah saw : “sungguh sebesar besarnya dosa muslimin dg muslim lainnya adalah pertanyaan yg membuat hal yg halal dilakukan menjadi haram, karena sebab pertanyaannya” (Shahih Muslim)


Dari paparan di atas, kita sebagai umat Islam angat dianjurkan untuk meramaikan malam Nisfu Sya’ban dengan cara memperbanyak ibadah, shalat sunnah, memperbanyak bacaan zikir, memperbanyak baca'an shalawat, membaca al-Qur’an, bersedekah, berdo’a dan mengerjakan amal-amal salih lainnya.
Sejak semula, Rasulullah Muhammad SAW telah mensinyalir bahwa bulan Sya’ban atau bulan ke-8 dari perhitungan bulan Qamariyah (Hijriah) merupakan bulan yang biasa dilupakan orang.

Maksud Rasulullah, hikmah dan berbagai kemuliaan dan kebajikan yang ada dalam bulan Sya’ban dilupakan orang. Mengapa dilupakan? Menurut pengakuan Rasulullah, karena bulan Sya’ban berada di antara dua bulan yang sangat terkenal keistimewaannya. Kedua bulan dimaksud adalah bulan Rajab dan bulan Ramadan. Bulan Rajab selalu diingat karena di dalamnya ada peristiwa Isra Mikraj yang diperingati dan dirayakan sedang bulan Ramadan ditunggui kedatangannya karena bulan ini adalah bulan yang paling mulia dan istimewa di antara bulan yang ada.

Lantas apa dan bagaimana bulan Sya’ban? Keistimewaan dan kemuliaan bulan Sya’ban terletak pada pertengahannya, sehingga disebut dengan Nisfu Sya’ban. Nisfu artinya setengah atau seperdua, dan Sya’ban sebagaimana disebut pada awal tulisan ini, adalah bulan kedelapan dari tahun Hijrah. Nisfu Sya’ban secara harfiyah berarti hari atau malam pertengahan bulan Sya’ban atau tanggal 15 Sya’ban. Kata Sya’ban sendiri adalah istilah bahasa Arab yang berasal dari kata syi’ab yang artinya jalan di atas gunung.

Bulan kedelapan dari tahun Hijriah itu dinamakan dengan Sya’ban karena pada bulan itu ditemukan banyak jalan untuk mencapai kebaikan. Malam Nisfu Sya’ban dimuliakan oleh sebagian kaum muslimin karena pada malam itu diyakini dua malaikat pencatat amalan keseharian manusia; Raqib dan Atib, menyerahkan catatan amalan manusia Allah SWT, dan pada malam itu pula catatan-catatan itu diganti dengan catatan yang baru.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda “Bulan Sya’ban itu bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadan. Ia adalah bulan diangkatnya amal-amal oleh Tuhan. Aku menginginkan saat diangkat amalku aku dalam keadaan sedang berpuasa (HR Nasa’I dari Usamah).

Sehubungan dengan hal itu Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan pengakuan Aisyah ra.” lam yakunin Nabiyi sha mim yashumu aksara min sya’baana finnahu kaana yashumuhu kulluhu kaana yashumuhu illa qalilan. Maksud Aisyah dalam periwayatan ini bahwa Nabi Muhammad SAW paling banyak berpuasa pada bulan Sya’ban.

Lebih jauh dari itu, pada malan Nisfu Sya’ban Allah SWT menurunkan berbagai kebaikan kepada hambanya yang berbuat baik pada malam tersebut. Kebaikan-kebaikan itu berupa syafaat (pertolongan), magfirah (ampunan), dan itqun min azab (pembebasan dari siksaan). Oleh karena itu malam Nisfu Sya’ban diberi nama yang berbeda sesuai dengan penekanan kebaikan yang dikandungnya.

Imam al-Gazali mengistilahkan malam Nisfu Sya’ban sebagai malam Syafaat, karena menurutnya, pada malam ke-13 dari bulan Sya’ban Allah SWT memberikan seperti tiga syafaat kepada hambanya. Lalu pada malam ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh. Meskipun demikian ada beberapa gelintir orang yang tidak diperuntukkan pemberian syafaat kepadanya. Orang-orang yang tidak diberi syafaat itu antara lain ialah orang-orang yang berpaling dari agama Allah dan orang-orang yang tidak berhenti berbuat keburukan.

Nisfu Sya’ban dinamakan juga sebagai malam pengampunan atau malam magfirah, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi, terutama kepada hambanya yang saleh. Namun dalam pemberian ampunan itu dikecualikan bagi orang-orang yang masih tetap pada perbuatannya mensyarikatkan Allah alias musyrik, dan bagi mereka yang tetap berpaling dari Allah SWT. Nabi bersabda: ?Tatkala datang malam Nisfu Sya’ban Allah memberikan ampunanNya kepada penghuni bumi, kecuali bagi orang syirik (musyrik) dan berpaling dariNya (HR Ahmad).

Kecuali Enam Golongan

Ibn Ishak meriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa pernah Rasulullah memanggil isterinya, Aisyah dan memberitahukan tentang Nisfu Sya’ban. “Wahai Humaira, apa yang engkau perbuat malam ini? Malam ini adalah malam di mana Allah yang Maha Agung memberikan pembebasan dari api neraka bagi semua hambanya, kecuali enam kelompok manusia”.

Kelompok yang dimaksud Rasulullah yaitu,

Pertama, kelompok manusia yang tidak berhenti minum hamr atau para peminum minuman keras. Sebagaimana berulang kali dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan hamr adalah jenis minuman yang memabukkan, baik jenis minuman yang dibuat secara tradisional mapun jenis minuman yang dibuat secara modern. Istilah populernya adalah minuman keras atau miras. Yang disebut pertama antara lain tuak atau ballok, baik ballok tala, ballok nipa, maupun ballok ase. Sementara yang disebut kedua antara lain bir dan whyski. Termasuk kategori sebagai orang yang tidak berhenti minum hamr ialah orang-orang menyiapkan minuman tersebut atau para pembuat dan pengedarnya. Mereka ini tidak mendapat pembebasan dari api neraka, tetapi malah diancam dengan siksaan api neraka.

Kedua, orang-orang yang mencerca orang tuanya. Termasuk kategori mencerca orang tua ialah berbuat jahat terhadap orang tua yang dalam hal ini ibu bapak. Menurut ajaran agama yang menyatakan syis saja kepada ibu atau bapak itu sudah termasuk dosa. Membentak orang tua termasuk perbuatan yang sangat dilarang. Allah SWT di samping menegaskan kepada manusia untuk tidak beribadah selainNya, maka kepada kedua orangtua berbuat baiklah. Waqadha Rabbuka an La ta’buduu Illah Iyyahu wa bilwalidaini ihsanan (al-Isra: 17:23). Perbutan kategori baik terhadap orang tua antara lain bertutur kata kepada keduanya dengan perkataan yang mulia, merendahkan diri kepada keduanya dengan penuh kasih sayang, dan kepada keduanya didoakan; “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil.”

Ketiga, orang-orang yang membangun tempat zina. Tempat berzina dimaksud adalah tempat pelacuran yang kini nama populernya tempat PSK (pekerja seks komersial). Golongan atau kelompok orang yang seperti ini, pada malam Nisfu Sya’ban tidak mendapat pembebasan dari api neraka, tetapi sebaliknya mereka dijanji dengan siksaan dan azab.

Keempat, orang-orang atau para pedagang yang semena-mena menaikkan harga barang dagangannya sehingga pembeli merasa dizalimi. Misalnya, penjual bahan bakar minyak, termasuk minyak tanah. Harga dagangan jenis ini sudah ada harga standar, tetapi kalau penjualnya menaikkan harganya secara zalim, maka penjual yang demikian itulah yang tidak mendapat pembebasan dari neraka.

Kelima, petugas cukai yang tidak jujur. Termasuk kategori petugas cukai adalah para kolektor pajak atau orang-orang yang menagih pajak dan retribusi. Misalnya petugas cukai yang bertugas di pasar-pasar yang menerima uang atau cukai dari penjual dengan bukti penerimaan dengan karcis. Salah satu bentu ketidakjujuran kalau uang diterima tetapi tidak diserahkan bukti penerimaan (karcis).

Keenam, kelompok orang-orang tukang fitnah. Orang-orang kelompok ini suka menyebarkan isu dan pencitraan buruk yang sesungguhnya hanyalah sebuah fitnah. Keenam golongan inilah yang disebut tidak mendapat fasilitas itqun minannar.

Atas dasar itu, kiranya kita semua dapat menyadari bahwa sesungguhnya bulan Sya’ban merupakan bulan persiapan untuk memasuki bulan suci Ramadan. Persiapan itu meliputi persiapan mental dan persiapan fisik. Manusia atau umat hendaknya memasuki bulan suci Ramadan sudah dalam keadaan iman yang mantap dan sudah dalam keadaan mendapatkan syafaat, dan sudah dalam keadaan mendapat jaminan dan pembebasan dari siksaan api neraka.

Dari paparan di atas, kita sebagai umat Islam angat dianjurkan untuk meramaikan malam Nisfu Sya’ban dengan cara memperbanyak ibadah, shalat sunnah, memperbanyak bacaan zikir, memperbanyak baca'an shalawat, membaca al-Qur’an, bersedekah, berdo’a dan mengerjakan amal-amal salih lainnya.

Semoga bermanfaat  :)

Friday, May 17, 2013

Bulan Rajab dalam Sejarah Islam

Baca Juga


Bulan Rajab itu mempunyai banyak sekali keutamaan, keistimewaan, dan mengenai keutamaan bulan rajab juga keistimewaannya lebih jelas bisa di simak di SINI>>
Bulan Rajab dalam sejarah islam
Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan suci (haram) yang telah Allah tetapkan sejak diciptakannya langit dan bumi. Hal ini memberikan keistimewaan tersendiri bagi bulan Rajab. Selain itu, kedatangan bulan Rajab juga sering dipandang sebagai semakin dekatnya Ramadhan, tuan dari segala bulan. 

Bulan Rajab dalam Sejarah Islam
Bulan Rajab dalam Sejarah Islam
Pada bulan rajab ini, ada peristiwa yang sangat penting bagi agama islam, dan hal ini mungkin yang menjadikan kenapa bulan rajab menjadi begitu istimewa, hal penting yang terjadi di bulan rajab adalah sebuah peristiwa ISRA' MIKRAJ, dimana didalam perjalan mikraj baginda Nabi Muhammas SAW memperoleh perintah untuk mendirikan shalat sebanyak 5 waktu 1 hari. Sebagaimana yang kita ketahui jika shalat adalah merupakan tiang dari agama, dan merupakan amal yang pertama yang akan di hisab, dan yang bila amal shalatnya bagus maka sesungguhnya seluruh amalnya adalah bagus.  Karena sesungguhnya shalat itu mencegah terjadinya kemungkaran.



Bulan Rajab juga menjadi saksi dari beberapa peristiwa bersejarah dalam islam, Adalah:

Bulan Rajab dalam Sejarah Islam
Bulan Rajab dalam Sejarah Islam
Pada bulan Rajab tahun 9 H, Rasulullah saw. bersama 30 ribu pasukan kaum muslimin pergi meninggalkan Madinah menuju Tabuk di wilayah Syam (Suriah). Ekspedisi ini bertujuan untuk menghadapi pasukan Romawi yang sudah bersiap di sana. Pasukan kaum muslimin bergerak menembus panasnya cuaca saat itu melewati ratusan kilometer gurun pasir. Mendengar kedatangan pasukan yang sedemikian besar dan pantang menyerah serta dipimpin oleh Nabi Muhammad sendiri, pasukan Romawi sudah merasa kalah. Mereka berkecut hati dan mundur ke benteng mereka. Akhirnya, kaum muslimin berhasil menguasai Tabuk tanpa perlawanan yang berarti. Dengan kemenangan dalam Perang Tabuk ini, maka kekuatan islam memperkokoh kedudukannya di seluruh Jazirah Arab.

Di bulan Rajab pulalah, pada tahun 583 H (1187 M), Shalahudin Al Ayubi memimpin pasukannya berangkat ke Yerusalem untuk membebaskannya dari cengkeraman pasukan perang salib yang telah menguasainya selama hampir satu abad. Beberapa bulan sebelumnya, pasukan Shalahudin juga telah mengalahkan 2 pasukan perang salib dalam Perang Hittin. Kemenangan Shalahudin sangatlah istimewa karena berhasil mengembalikan bumi Isra’ Mi’raj dan kiblat pertama kaum muslimin ke dalam pangkuan islam. Selain itu, kemenangan ini juga mencegah penguasaan kaum kristiani atas tanah dan negeri kaum muslimin.
Bulan Rajab dalam Sejarah Islam
Bulan Rajab dalam Sejarah Islam

Selain kemenangan bersejarah, bulan Rajab juga menjadi saksi kekalahan dan kemunduran kaum muslimin. Tujuh ratus enam puluh tahun kemudian, tepatnya pada 28 Rajab 1342 H (3 Maret 1924 M), Khilafah Islamiyah dihapus secara resmi oleh Mustafa Kemal Pasha di Turki. Institusi yang menyatukan seluruh kaum muslimin di dunia ini hancur pada saat itu. Tidak ada lagi satu institusi yang menjadi pelindung bagi kaum muslimin secara global. Tidak ada lagi institusi yang menjamin terlaksananya syariat islam dan hukum-hukum Allah di muka bumi. Tameng pelindung jiwa, kehormatan, harta dan kekayaan kaum muslimin telah dilenyapkan sehingga kaum muslimin hanya menjadi santapan lezat yang diperebutkan oleh kaum kolonialis dan kapitalis. Khilafah itu kini berganti menjadi negara-negara sekuler yang tercerai berai di seluruh dunia.

Thursday, May 16, 2013

AMALAN-AMALAN BULAN SYA'BAN

Baca Juga


Sebelumnya kita pernah posting tentang keutamaan dan keistimewaan bulan sya'ban,
dan inilah pedoman untuk amalan-amalan yang terbaik di bulan sya'ban, mungkin bisa menjadi petunjuk untuk anda semua tentang bagaimana untuk meraih keutamaan bulan sya'ban, bahkan mungkin hal yang paling istimewa di bulan sya'ban ini mungkin juga bisa kita dapatkan.

KEISTIMEWAAN BULAN SYA'BAN

رَجَبُ شَهْرُ اللهِ وَشَعْبَانُ شَهْرِي وَرَمَضَانُ شَهْرُ أَمَّتِيْ
“Rajab adalah bulannya Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Romadhan adalah bulan umatku”

Keutamaan Bulan Sya’ban :

1)  رَفْعُ اْلأَعْمَال    Bulan terangkatnya amal dalam setahun. Adapun terangkatnya amal harian adalah
waktu sholat Subuh dan Ashar. Sedangkan terangkatnya amal tiap 7 harian adalah hari Senin dan Kamis.

2)  رَفْعُ اْلأَعْمَال  Penentuan penampakan umur.

3)  شَهْرُ الصَّلاَة عَلَى النَّبِي
Bulan sholawat kepada Nabi SAW , karena perintah untuk membaca sholawat diturunkan pada bulan Sya’ban.
AMALAN-AMALAN BULAN SYA'BAN
AMALAN-AMALAN BULAN SYA'BAN

4)  لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَان
Dengan beberapa nama :            
-  لَيْلَةُ الْمُبَارَكَة  Malam barokah.
-  لَيْلَةُ الْقِسْمَة  Malam pembagian riski dan penentuan umur.
-  لَيْلَةُ التَّكْفِيْر  Malam peleburan dosa selama setahun.
-  لَيْلَةُ اْلإِجَابَة  Malam pengabulan doa-doa.
Lima malam yang tak ditolak doa-doa :
1. Malam Jumat     2. Awal malam bulan Rajab   3. Malam Nisfu Sya’ban  4. Malam Lailatul Qodar
5. Malam dua Hari Raya
-  لَيْلَةُ عِيْدِ الْمَلاَئِكَة  Malam hari raya malaikat.
-  لَيْلَةُ الشَّفَاعَة  Malam pemberian pertolongan.



AMALAN-AMALAN BULAN SYA’BAN

Berikut adalah amalan-amalan yang bisa anda semua kerjakan untuk meraih keutamaan bulan sya'ban:

1. Berpuasa di bulan Sya’ban

    ذلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبَ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيْهِ اْلأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِيْنَ فَأُحِبُّ أَنْ تُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Dalam hadits Rosulullah SAW bersabda : “Itu (bulan Sya’ban) adalah bulan yang manusia melupakannya (yaitu antara Rajab dan Sya’ban). Padahal bulan Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal-amal kepada Allah Robbil Alamin, maka saya senang diangkat amal dalam keadaan saya berpuasa.
رَوَاه التِّرْمِذِي عَنْهُ : أَفْضَلُ الصَّوْمِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَعْبَانُ لِتَعْظِيْمِ رَمَضَان
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Nabi SAW :
 “Paling utama puasa setelah Ramadhan adalah Sya’ban, karena untuk mengagungkan Ramadhan”

AMALAN-AMALAN BULAN SYA'BAN
AMALAN-AMALAN BULAN SYA'BAN

2. Berpuasa di Hari Nisfu Sya’ban :

عَنْ عَلِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ قُوْمُوْا لَيْلَهَا وَصُوْمُوْا يَوْمَهَا فَإِنَّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَنْزِلُ فِيْهَا لِغُرُوْبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُوْلُ أَلاَ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرُ لَهُ أَلاَ مِنْ مُسْتَرْزِقٍ فَأَرْزُقُهُ أَلآ مِنْ مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلاَ كَذَا أَلاَ كَذَا أَلاَ كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ. رواه ابن ماجه
Dari Imam Ali RA, bersbda Rosulullah SAW :
“ Jika tiba waktu malam nisfu Sya’ban maka ibadahlah di malamnya dan puasalah di siangnya, karena sesungguhnya Allah Ta’ala menurunkan rahmatnya mulai tenggelamnya matahari (Maghrib) di langit dunia dan berfirman , Siapa yang meminta ampun akan Aku ampuni. Siapa yang minta rizki akan Aku beri rizki. Siapa yang terkena musibah akan Aku sembuhkan. Siapa yang minta ini dan itu seterusnya….sampai waktu terbitnya matahari (fajar).

3. Menjaga beramal malam nisfu sya’ban membaca surat Yasin dengan :

Niat panjang umur untuk toat pada Allah
Niat dijaga dari semua bahaya dan niat diluaskan rizki halal
Niat hatinya kaya merasa cukup dan minta khusnul khotimah
Banyak ibadah di malamnya terutama beristighfar, sholat hajat, sholat tasbih, memperbanyak do’a dan di antara do’a Nabi dalam hadist :
Ketika Nabi Adam turun ke bumi, beliau tawaf 7 kali di Ka’bah dan sholatdua rokaat di belakang maqom, kemudian berdoa :

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّيْ وَعَلاَنِيَّتِيْ فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِيْ، وَتَعْلَمُ حَاجَتِيْ فَأَعْطِنِيْ سُؤْلِيْ، وَتَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِيْ، وَيَقِيْنًا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لاَ يُصِيْبُنِيْ ِإلاَّ مَا كَتَبْتَ لِيْ وَرَضِّنِيْ بِقَضَائِكَ.

Maka Allah berfirman kepadanya :
Ya Adam, sesungguhnya engkau berdoa padaKu dengan doa yang aku mengabulkannya. Dan tidak ada seseorang dari keturunanmu yang berdoa dengannya kecuali Aku akan mengabulkannya, dan Aku ampuni dosanya, Aku lapangkan kesusahan dan kesumpekannya, dan Aku  akan mengayakannya, dan dunia akan datang padanya dengan memaksa walaupun dia tidak menghendakinya.

Semoga bermanfaat, dan bisa menjadi petunjuk bagi para pelopor semuanya yang ingin meraih keutamaan dan keistimewaan bulan sya'ban dengan mengerjakan amalan-amalan khusu untuk bulan sya'ban..

trims,,....

KEUTAMAAN DAN KEISTIMEWAAN BULAN SYA'BAN

Baca Juga

Bulan Sya'ban bukan sekedar bulan bulan yang biasa, melainkan mempunyai banyak sekali keutamaan juga keistimewaan. Tapi untuk meraih semua keistimewaan dan keutamaan bulan sya'ban harus ada banyak hal yang harus dilakukan. dan berikut ini mari kita pelajari beberapa amalan amalan yang harus dilakukan untuk menggapai keistimewaan dan keutamaan bulan sya'ban.


Sahabat Usamah bin Zaid bertanya kepada Rasulullah saw.: “Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu memperbanyak berpuasa  (selain Ramadhan) kecuali pada bulan Sya'ban? Rasulullah saw. menjawab: "Itu bulan dimana manusia banyak melupakannya, yaitu antara Rajab dan Ramadhan. Di bulan itu segala perbuatan dan amal baik diangkat ke Tuhan semesta alam, maka aku ingin ketika amalku diangkat, aku dalam keadaan puasa". (HR. Abu Dawud dan Nasa'i).
KEUTAMAAN DAN KEISTIMEWAAN BULAN SYA'BAN
KEUTAMAAN DAN KEISTIMEWAAN BULAN SYA'BAN

Dalam Riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Sayyidatina Aisyah r.a. berkata: “Aku belum pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyempurnakan shaum selama satu bulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan aku belum pernah melihat beliau memperbanyak shaum dalam satu bulan kecuali pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari No. 1833, Muslim No. 1956).

Dilain tempat beliau (sayyidatina Aisyah r.a.) juga berkata: "Suatu malam Rasulullah saw. shalat, kemudian beliau bersujud panjang sehingga aku menyangka bahwa Rasulullah saw. telah diambil. Karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Rasulullah saw. selesai shalat beliau berkata: "Hai Aisyah engkau tidak dapat bagian?". Lalu aku menjawab: "Tidak ya Rasulullah, aku hanya berfikiran yang tidak-tidak (menyangka Rasulullah saw. telah tiada) karena engkau bersujud begitu lama". Lalu beliau bertanya: "Tahukah engkau, malam apa sekarang ini". "Rasulullah yang lebih tahu", jawabku. Beliau pun berkata: "Malam ini adalah malam nisfu Sya'ban, Allah mengawasi hamba-Nya pada malam ini, maka Ia memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki." (H.R. Baihaqi dari Ala’ bin Harits).

Jika kita cermati, beberapa riwayat diatas setidaknya memberikan penjelasan kepada kita akan keutamaan-keutamaan bulan Sya’ban. Dikatakan bahwa bulan Sya’ban ialah bulan dimana amal-amal perbuatan manusia diangkat ke hadirat Tuhan penguasa alam. Bulan Sya’ban juga merupakan bulan dimana Allah swt. -saat malam pertengahan bulan Sya’ban- mengawasi hamba-hamba-Nya (adakah diantara mereka yang mendirikan qiyamul lail  saat itu), memaafkan mereka yang memohon ampunan, mencurahkan kasih saying bagi mereka yang mengharapkannya dan menyingkirkan hamba-hamba-Nya yang bersifat pendengki.

Dan jika mau kita cermati beberapa riwayat diatas, ada dua hal yang biasa atau setidaknya pernah dilakukan rasulullah saw. di bulan Sya’ban yaitu memperbanyak berpuasa serta ber-qiyamul lail (mendirikan shalat) pada malam pertengahan bulan Sya’ban.

Memperbanyak berpuasa merupakan amaliah yang sangat gemar dilakukan Rasulullah saw. di bulan Sya’ban. Maksud memperbanyak disini bukan berarti beliau melakukannya sebulan penuh akan tetapi beliau sering mengisi hari-hari di bulan Sya’ban dengan berpuasa.

Disamping menganjurkan berpuasa di bulan Sya’ban, Rasulullah saw. juga melarang umatnya berpuasa jika hal tersebut dilakukan sehari atau dua hari sebelum bulan sya’ban berakhir. Sebagaimana sabda saw. : “Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari sebelumnya kecuali orang yang terbiasa berpuasa maka puasalah.” (HR. Bukhari No. 1983 dan Muslim No. 1082 dari Abu Hurairah).

Dalam hal ini Imam Nawawi dalam kitab Majmu’nya mengatakan bahwa apabila puasa sehari atau dua hari tersebut memiliki sebab atau merupakan kebiasaan dia berpuasa, seperti puasa dahr (puasa satu tahun penuh), puasa nabi daud (satu hari puasa satu hari berbuka) atau puasa senin-kamis maka maka hal tersebut di bolehkan. Namun jika tidak, maka hal itu terlarang.

Adapun tentang qiyamul lail, meskipun apa yang diriwayatkan Imam Baihaqi bersifat mursal (kurang valid), namun hal ini tidak mengurangi akan keutamaan bulan Sya’ban melihat banyak riwayat sahih lainnya yang menunjukkan  keutamaan bulan tersebut. Jadi, adalah mulia jika malam nisfu Sya’ban diisi dengan memperbanyak ibadah shalat, zikir, membaca al Qur’an, berdoa atau bermacam kegiatan positif lainnya.

Waba’du, marilah kita manfaatkan kesempatan mencicipi bulan yang penuh keutamaan ini dengan memperbanyak ibadah puasa atau amal shalih lainnya. Selain sebagai manifestasi pendekatan diri kepada Allah swt. (taqarruban ilallah), puasa juga bisa menjadi ajang pemanasan dalam menghadapi bulan Ramadhan yang didalamnya diwajibkan berpuasa. Jika seseorang terbiasa berpuasa sebelum Ramadhan, maka ia akan lebih terbiasa, lebih kuat dan lebih bersemangat dalam menunaikan puasa wajib dibulan Ramadhan.

Marilah kita gunakan waktu kita dengan lebih maksimal dengan beribadah lebih keras lagi, karena dengan itu kita bisa meraih keutamaan dan keistimewaan yang telah di sediakan tuhan di bulan sya'ban, sebab kalo bukan sekarang kapan lagi, besok kita tak pernah tau apakah kita masih punya kesempatan atau kita sudah tidak punya lagi.

semoga bermanfaat............

Selamat berjuang,,,, sebab tuhan memberikan apapun yang kita butuhkan,,, kurang apa lagi tuhan kepada hamba hambanya...

keutamaan dan keistimewaan bulan sya'ban,,,>>>>>>>>>