Sunday, March 29, 2015

Catatan Sederhana "Bahagia yang Mendamaikan Jiwa"

Bahagia itu kadang sederhana, hanya butuh keyakinan jika kita bahagia maka kita akan bahagia. kebahagiaan itu bukan materi, jadi tidak bisa diukur dengan materi, itulah kenapa kebahagiaan kadang sangat sederhana.

" Bahagia dalam mencintaimu, bukan ketika engkau tahu aku mencintaimu dan engkau mencintaiku, tetapi ketika aku bisa mencukupimu, dengan apa yang ada padaku, cintaku itu simple kadang cukup dengan kamu tetap ada dan bernafas itu adalah kebahagiaan yang tak terkira, dan ketenangan itu ketika aku bisa memastikan jika kamu baik baik saja" 

simak kisah tentang kebahagiaan yang sebenarnya

" Bahagia dan Lebih Bahagia"

Ada seorang siswa yang sangat rajin dalam belajarnya, ia sangat berprestasi sehingga dipilih oleh sekolahnya untuk mewakili sebuah olimpiade sebuah Fisika. 

Dan di Sekolahnya Guru fisikanya adalah seorang guru yang sangat menyayangi anak didiknya, sehingga siswa yang akan mengikuti olimpiade tersebut dibantu dibimbing dengan penuh kasih sayang. Karena siswa tersebut sangat rajin mohon bimbingan sehingga banyak waktu yang dikorbankan oleh sang guru untuk mengajari siswa tersebut. Setiap siswa yang membutuhkan bantuannya selalu ia bantu, setiap kesulitan yang dihadapi oleh siswa guru tersebut selalu mencarikan solusinya. Ketika siswanya putus asa, selalu diberi semangat, ketika siswanya sedih sang guru selalu menjadi obat penawar untuk menukar kesedihannya dengan kebahagiaan dan keceriaan. bahkan dalam setiap kesempatan, guru selalu mendo'akan siswanya agar bisa menjadi pemenang dalam olimpiade tersebut. Dan ketika akan olimpiade akan segera dimulai, sang guru sudah memastikan bahwa siswanya memang benar-benar siap untuk mengikuti perlombaan tersebut. 

Akhirnya, siswa tersebut berhasil meraih medali emas dalam olimpiade fisika tersebut. Karena keberhasilan tersebut, siswanya mendapatkan beasiswa untuk sekolah di jepang. Pastinya dengan hasil tersebut Siswanya sangat senang dan bahagia. 

Pertanyaannya sangat sederhana, siapa yang paling bahagia dengan keberhasilan siswa tersebut?

menurut saya yang paling bahagia adalah sang guru, sebab ia berhasil dalam mendidik siswanya, apa yang ia korbankan tidak sia sia, dan yang pasti ia berhasil menunaikan tanggung jawabnya sebagai seorang guru. mesti siswanya bahagia.

sebab menurut saya bahagia itu bukan ketika kita mendapatkan sesuatu, akan tetapi bahagia itu ketika kita bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat.

menurut saya.... :)

kadang kita melakukan sesuatu yang sampai tidak terkatakan bahkan sampai kita mengorban diri kita untuk orang yang tidak kita kenal, hanya karena kita bisa melakukannya sebab kadang kita tidak ingin suatu hari kita menyesal jika kita tidak memakukannya, maka kita akan menyesalinya seumur hidup. 

Untuk melakukan sesuatu yang benar kadang kita harus tabah, sebab disana terkadang harus dengan merelakan banyak hal bahkan kadang mimpi yang sangat kita inginkan sebagai harga sebuah kebenaran, mesti pada kenyataannya dengan melakukan sesuatu yang benar saja tidak cukup, sebab kita harus menghargai keyakinan mereka yang menurut mereka adalah benar.

Note :
"tentang kamu, bagaimana mungkin aku mengharapkanmu sedangkan aku tidak pernah berharap pada diriku sendiri"
"mesti dalam manusia ku, aku telah menabur mimpi-mimpiku di telapak kakimu, aku berharap agar engkau melangkah dengan hati-hati sebab mungkin anda menginjak injak mimpi saya... :)



Terkait

Description: Catatan Sederhana "Bahagia yang Mendamaikan Jiwa" Rating: 4.5 Reviewer: Qvaa khan ItemReviewed: Catatan Sederhana "Bahagia yang Mendamaikan Jiwa"
Al
Mbah Qopet Updated at: 6:01 AM

3 komentar:

  1. jan, kadang kita merasa sedih, tapi tak jarang ada kebahagiaan yang nyata diantara kita yang mungkin jarang kita mengamatinya.

    ReplyDelete
  2. pernah baca seperti ini "untuk melihat pelangi, harus ada mentari dan air hujan"
    kita akan merasakan bahagia setelah kita bisa merasakan sebuah penderitaan, tanpa adanya derita kita tidak akan pernah bisa merasakan kebahagiaan..... :)

    ReplyDelete
  3. Pak Guru pernah bilang, dari pada kita bersedih tentang semua keinginan yang belum bisa dicapai, lebih baik kita sukuri apa yang sudah ada disekeliling kita, sebab kita tak harus menunggu kehilangan semua itu hanya untuk menyadari betapa berartinya semua itu tersebut.

    ReplyDelete