Monday, April 23, 2012

Tanda Tanda Sholat yang di terima ALLAH SWT


Tanda Tanda Sholat yang di terima ALLAH SWT
Bagaimana Sholat yang di terima ALLAH SWT
Sholat adalah ibadah yang paling utama, di karenakan sholat adalah amal yang pertama di hisab, dan jika sholat bagus, maka seluruh amal yang lain akan menjadi bagus pula, begitu juga ketika sholat kita jelek amal ibadah kita yang lain juga iktu jelek. Mengapa sholat yang bagus amal yang lain juga bagus?? Adalah karena sesungguhnya sholat itu mencegah dari segala kemungkaran dan keburukan. Dari sana maka marilah kita instropeksi diri kita,agar kita tau bagaimana sholat yang diterima allah SWT. Mari kita pelajari tentang sholat yang di terima dan tentang Bagaimana agar sholat kita di terima ALLAH SWT.


Tanda Tanda Sholat yang di terima ALLAH SWT
Dalam sebuah hadits qudsi tentang Tanda Tanda Sholat yang di terima ALLAH SWT, Allah SWT berfirman “Sesungguhnya Aku (Allah) hanya akan menerima sholat orang orang yang merendahkan dirinya karena kebesaranKu, dia tidak sombong dengan mahlukKu yang lain, dia menyayangi orang orang miskin dan menderita, menahan diri dari hawa nafsunya karena Aku, melazimkan hatinya untuk takut kepadaKu, memberi makan pada yang lapar, dan memeberi pakaian bagi yang telanjang, memberi perlindungan bagi orang yang kena musibah dan orang orang yang terasing. Kelak cahaya orang itu akan bersinar seperti cahaya matahari, Aku akan berikan cahaya ketika dia kegelapan, Aku akan berikan ilmu ketika ia tidak tahu, Aku akan lindungi dia dengan kebesaranKu, akan Kusuruh malaiakat untuk menjaganya, jika ia berdoa, Aku akan menjawabnya, kalau dia meminta, Aku akan segera memenuhinya, perumpamaannya di hadapanKu seperti perumpamaan firdaus“.
Menurut hadits qudsi tentang Tanda Tanda Sholat yang di terima ALLAH SWT, tanda orang yang diterima sholatnya oleh Allah Swt adalah sebagai berikut :
1. Tanda orang yang di terima sholatnya adalah Mereka yang datang dengan merendahkan dirinya kepada Allah.
Yang dimaksud dengan Tanda orang yang di terima sholatnya adalah orang yang merendahkan diri dihadapan Allah swt dalam sholat adalah bahwa kita datang menghadapNya dalam rangka memohon pertolongan bukan untuk bernegosiasi, karena itu kita mesti mengakui segala kekurangan kita, menyadari betapa kita sangat kecil dihadapan kebesaranNya, kita tidak memiliki kekuatan apapun kecuali atas pertolongan Allah SWT. Memang sandungan pertama dalam beribadah adalah bangga dengan diri sendiri, karena itu buanglah segala macam kesombongan, ujub dan riya’, lalu serahkan semua urusan dan bertawakkallah secara total kepada Allah swt.
Seseorang yang tidak merendahkan diri dihadapan Allah karena merasa telah banyak beramal, sesungguhnya ia telah meremehkan pemberian Allah, artinya, ia sebenarnya tidak berjalan menuju Allah tetapi berkutat dengan dirinya sendiri, ia tidak mencari ridlo Allah tetapi mengejar ridlo dirinya sendiri.
2. Tanda orang yang di terima sholatnya adalah Mereka yang tidak sombong dengan makhluk Allah yang lain.
Dihadapan Allah setiap manusia mempunyai kedudukan yang sama, tidak ada manusia yang lebih suprior atau inferior terhadap manusia lainnya. Demikian juga tidak ada suatu ras, suku, kelompok atau bangsa yang lebih tinggi atau lebih rendah dari ras, suku, kelompok atau bangsa lainnya, semuanya berkedudukan sama dihadapan Allah, yang membedakan mereka hanyalah kadar ketaqwaannya. “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu” (Qs.49 : 13)
Maka jika masih ada diantara kita yang secara kaku menganggap hanya pihaknya yang berhak atas sorga sementara yang lain pasti neraka, yang menganggap hanya tafsir kelompoknya sebagai satu-satunya yang benar dan tafsir kelompok lain salah semua, yang membanggakan dirinya dan menganggap orang lain sebagai rendah, lalu menghalalkan fitnah untuk mendiskriditkan pihak yang tidak sepaham dengan kita, maka berarti sholat kita belum diterima oleh Allah.
3. Tanda orang yang di terima sholatnya adalah Mereka yang menyayangi orang-orang miskin dan menderita.
Menurut Alqur’an, orang yang enggan memberi pertolongan kepada orang-orang miskin kendati mendirikan sholat tetap disebut mendustakan agama dan celaka. Disebutkan ” Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, Dan tidak memberi makan orang miskin. Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang menjadikan sholat sebagai alat berbuat riya, Dan enggan memberi pertolongan kepada orang miskin dengan barang berguna (Qs. 107 : 1-7)
Jadi bila ada orang rajin sholat tetapi tidak pernah memberi makan orang miskin maka sholatnya tidak diterima, demikian juga bila ada orang rajin memberi makan orang miskin tetapi tidak pernah melakukan sholat, maka iapun tidak dihitung sebagai sholat yang diterima. Dalam pandangan Islam, orang yang sholat tetapi sholatnya tidak berdampak positif bagi orang lain, maka ia tidak dihitung sholat kendati melaksanakan sholat.
4. Tanda orang yang di terima sholatnya adalah Mereka yang dapat menahan nafsu dari setiap keinginan yang dilarang Allah.

Orang yang betul-betul menegakkan sholat mestinya dapat mengekang dan mengendalikan hawa nasfsunya dari perbuatan yang dilarang Allah, sebab memang salah satu maksud dari mendirikan sholat adalah dalam rangka mencegah yang bersangkutan dari perbuatan keji dan mungkar. sebagaimana disebutkan dalam Qs. 29 : 45 ” Dan Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar “.
Maka bila seseorang kendati disatu sisi mendirikan sholat, tetapi disisi lain masih tidak berhenti mengkorupsi uang rakyat, melakukan elegal loging, membekingi perjudian dan prostitusi, dan bentuk bentuk perbuatan keji lainnya, maka jelas sholat yang bersangkutan tidak diterima oleh Allah swt. Sholat yang seperti itu bukan sholat yang benar melainkan sholat banyolan, sebab hal yang demikian sama persis dengan orang yang mengharap pahala sambil bermaksiat. Karena itulah dalam sebuah hadits disebutkan ” Kalau sholat seseorang tidak mencegah dirinya dari berbuat keji dan mungkar maka sholatnya tidak menambah sesuatu kecuali hanya akan menjauhkannya dari Allah Swt”.
5. Tanda orang yang di terima sholatnya adalah Mereka yang banyak berdzikir kepada Allah Swt.
Salah satu tujuan sholat adalah untuk berdzikir kepada Allah, sebagaimana ditegaskan alqur’an Assholatu lidzikiri. (bersholatlah untuk berdzikir kepadaKu). Berdzikir artinya mengingat Allah, Ketika kita mengingat Allah maka Allah juga akan mengingat kita, sebagaimana janjiAllah SWT ” ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”.
Semakin sering kita mengingat Allah, semakin sering pula Allah mengingat kita (Qs. 62 : 10). Ketika Allah sering mengingat kita, maka Allah akan bersama kita, mencintai kita dan menolong kita, bila Allah telah menjadi penolong kita, maka tidak ada satupun hal yang sulit bagi kita dalam menjalankan kehidupan ini. Sebaliknya orang yang shlolat tetapi tidak berdzikir kepada Allah, berarti ia gagal dalam sholatnya, atau bahkan apa yang dilakukan mereka bukan termasuk sholat kendati mereka bersholat.
6. Tanda orang yang di terima sholatnya adalah Mereka yang mempunyai kepekaan dan solidaritas sosial dan kemanusiaan yang tinggi .
Dalam sebuah hadits Rasululloh saw menegaskan : Perumpamaan kaum muslimin dalam hal jalinan kasih sayang, kecintaan dan kesetia kawanan ibarat satu tubuh, bila salah satu anggota tubuhnya sakit, maka yang lainpun ikut juga merasakannya. Mereka Ibarat satu bangunan, yang satu menguatkan yang lainnya. Karena itu benurut beliau, barang siapa diantara kaum muslimin yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin yang lain, maka mereka bukan termasuk golongan umat ku.
Maka bila sering sholat tetapi tidak peka dengan nasib saudaranya yang lain, tidak memiliki solidaritas sosial yang tinggi, maka berarti kita masih tergolong dalam kelompok yang disebut Nabi saw sebagai “akan datang suatu zaman dimana orang berkumpul di masjid untuk sholat berjamaah tetapi tidak satupun diantara mereka yang beriman “dan tidak satupun juga yang dihitung sebagai orang yang menegakkan sholat.
Dari uraian diatas dapat dilihat bahwa sholat yang akan diterima oleh Allah Swt adalah sholat yang tidak saja memberikan keuntungan dan manfaat kepada individu yang melakukannya, tetapi yang lebih penting adalah punya akses dan nilai manfaat sosial kemasyarakatan yang luas.
Kalau kita mampu melakukan itu semua, maka berarti sholat kita telah diterima dan Allah akan melindungi kita dengan kebesaranNya. Perlindungan itu bukan saja dapat diperoleh di akherat kelak, tetapi juga akan didapatkan di dunia ini. Allah Swt berfirman dalam Qs. 41 : 31 “Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.
semoga kita bisa mengambil hikamh dari Tanda Tanda Sholat yang di terima ALLAH SWT, agar kita bisa menjadi bagian dari oarang oarang yang sholatnya di terima di sisi Allah SWT.



Tanda Tanda Sholat yang di terima ALLAH SWT

Terkait

Description: Tanda Tanda Sholat yang di terima ALLAH SWT Rating: 4.5 Reviewer: Qvaa khan ItemReviewed: Tanda Tanda Sholat yang di terima ALLAH SWT
Al
Mbah Qopet Updated at: 1:26 PM

0 komentar:

Post a Comment