Thursday, December 4, 2014

Contoh Pidato Agama Islam tentang Kualitas Iman Islam

Baca Juga

Bismillah, dengan mengharap Ridho Allah, karena dari sana hidup kita benar benar bermanfaat. dengan contoh pidato agama islam ini, yang bertemakan tentang kualitas keimanan dan keislaman kita, semoga dengan risalah yang sederhana hanya dengan sebuah contoh pidato bisa bermanfaat untuk umat semuanya. degredasi mentah dan melemahnya kualitas iman islam kita, menjauhkan kita dari contoh kita yang sebenarnya sebagaimana yang di contoh kan oleh kanjeng Nabi, baik itu melalui tingkah laku, ucapan, pidato dan sebagainya, sehnigga melalui contoh pidato agama islam ini, bisa dijadikan sebagai instropeksi diri guna meningkatkan kualitas iman islam kita dihadapan Allah yang Maha Kuasa.
mari kita belajar bersama melalui contoh pidato agama islam tentang kualitas Iman dan Islam kita. :)

Asslamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saudara-Q Muslimina wal MUslimat Rahimakumullah

Contoh Pidato Agama Islam tentang Kualitas Iman Islam
Contoh Pidato Agama Islam tentang Kualitas Iman Islam
Met pagi semuanya moga semua dalam bimbingan Allah swt..
berjumpa lagi melalui contoh pidato agama islam tentang kualitas kita dihadapan Allah.
Dalam kehidupan kita sebagai mana kita telah kita ketahui bersama bahwa, kita hidup ini punya tujuan. Dimana tujuan hidup manusia secara umum adalah mencari harta sebanyak2nya agar apa yang ia inginkan bisa ia capai. Namun bagi orang-orang rindu sang penciptanya (ALLAH) ia pasti akan menta`ati apa yang mnejadi ketetapan sang penciptanya perintahkan dan menjauhi apa yang dilarang-Nya, hal ini sering kita dengar dengan sebutan TAQWA.

Yang jadi persoalannya adalah, sudahkah kita memahami apa itu TAQWA...???

Taqwa merupakan tingkatan iman seseorang disisi Allah, dimana untuk mencapai tingkatan taqwa tersebut kita harus melewati tingkatan iman yang lain terlebih dahulu. Jadi untuk mencapai predikat taqwa disisi Allah bukanlah perkara yang mudah jika kita tidak betul-betul memahami konsep-konsep ilmu secara hakekat, sebagaimana nabi Muhammad saw menegaskan dlm sabdanya:

" Setiap segala sesuatu harus sampai pada hakikat. Bagaimanakah hakikat keimananmu?". HR.Baihaqi dari Abu Hurairah ra.

Kenapa demikian...???
Baru saja kita bahas bersama pada status yang mengenai 7 perkara rukun mukmin, Yang mana syarat mutlaq yang pertama untuk meraih peringkat mukmin/shaleh adalah mampu bershalat khusu`, sedangkan tingkat iman yang muttaqin (orang2 yang bertaqwa) adalah dua tingkat diatas mukmin. Karena orang-orang muttaqin adalah orang mukmin yang baik (muhsinin) yang selalu meningkatkan kwalitas juga kwantitas ibadahnya disisi Allah swt. Lagi-lagi saya tekankan bahwa predikat MUKMIN sampai dengan MUKHLIS tidak akan bisa di raih tanpa adanya seorang imam yang membimbing dengan segala adab2nya.

Tidak ada pilihan lain bagi kita, jika peduli dengan keselamatan diri kita kecuali memperbaiki kwalitas iman dan mengejar predikat tersebut, karena jika kita masih saja bertahan diposisi MUSLIM maka yakinlah bahwa kita masih akan mampir dulu di neraka, dengan waktu sesuai dengan dosa (kotoran hati) yang kita bawa, barulah kita akan masuk surga dengan sebutan Ex Jahannam Yin (masuk surga sebagai orang gelandangan). Dalam materi yang lalu sudah pernah saya sampaikan bahwa nabi saw bersabda:

"Seringan-ringannya siksaan neraka itu, apabila direndam sebatas mata kaki, otaknya mendidih dan yang bersangkutan merasakan bahwa itu adalah siksaan yang amat berat".HR. Muslim.

Diatas saya sampaikan bahwa tidak ada pilihan lain bagi kita kecuali berjuang dengan sungguh-sungguh untuk meraih peringkat iman yang mukmin minimalnya, sebab jika kita masih muslim maka kita masih celaka alias mampir dulu di neraka. Siapkah kita mampir satu hari saja yang itungannya sama saja 50 tahun hitungan dunia...???

Bagaimana jika 2 hari?
Bagaimana jika 3 hari?
Bagaimana jika 4 hari?
Bagaimana jika kekal?

NA'UDZUBILLAHI MIN DZALIKA

Masihkah kita berani menantang api neraka, atau lebih baik bersusah payah berjuang melawan hawa nafsu syethan yang membelenggu jiwa hingga kita bisa dekat dan bisa berhablum min-Allah, lalu kita menjadi orang yang di ridhai serta terhindar dari adzab api neraka yang menyala-nyala. Semua itu kitalah menentukan mulai sejak kita hidup di dunia fana ini.

Mengenai tidak ada pilihan lain Allah swt berfirman:
"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata".QS. Al-Ahzab: 36.

Jadi, mulai hari ini janganlah dengan entengnya mengatakan: "yang penting saya islam, walaupun harus mampir, tapi khan ada hak surga". Karena itulah sebagai gambarannya jika kelak kita harus mampir dulu, sedangkan dineraka kelak, kita sudah tidak bisa pingsan apalagi mati, yang tentunya dengan segala kesengsaraan yang kita rasakan.

NA'UDZUBILLAHI TSUMMA NA'UDZUBILLAH

Disisi lain, jika kita mampu meraih peringkat mukmin atau shaleh, dari semenjak hidup di dunia saja sudah di muliakan oleh Allah swt, bahkan dunia dan isinya pun di serahkan Allah kepada orang yang demikian.

Perhatikan firman-Nya:
"Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini kami wariskan kepada hamba-hamba-Ku yang shaleh.QS. Al-Anbiya`: 105.

Tingkatan iman dalam islam:
* Muslim, (Islam)
* Mukmin, (Iman)
* Mukhsin, (Baik)
* Muttaqin, (Taqwa)
* Siddiq, (Lurus)
* Ikhsan, (Peka terhadap sgl keadaan)
* Mukhlis. (Ikhlas)

Syarat untuk menjadi muslim:
* Syahadat,
* Shalat 5 waktu,
* Puasa pada bulan ramadhan,
* Zakat,
* Haji.

Syarat untuk menjadi Mukmin:
* Shalat Khusu`,
* Menghilangkan Lagu Lagak yang berpenyakit,
* Membayar Zakat,
* Menjaga kemaluan,
* Menjaga Amanah,
* Menjaga Janji,
* Khafidz Shakatnya.

Depinisinya masing kreteria tersebut, bagi mengikuti tausyiah saya, insyaAllah semuanya sudah saya sampaikan dengan sedetail-detailnya.

Demikian, semoga ini mendapat Ridha Allah swt, dan smoga Allah juga berkenan membimbing kita semua dengan petunjuk-Nya, sehingga kita mampu mengamalkan dalam perbuatan kita sehari-hari serta menjadi ilmu yang bermanfaat.

Aamiin Allahumma aamiin

Barakallahufykum Ajma`iin.
Demikian Contoh Pidato Agama Islam yang berisikan tentang agaimana meningkatkan kualitas iman dan islam kita sebagai seorang hamba kepada tuhannya.. :) 

No comments:

Post a Comment