Saturday, June 20, 2015

Pembatal Puasa di Zaman Modern

Baca Juga

 “Semuanya berubah. Waktu berjalan terus. Hari berganti hari. Tahun berganti tahun. Pohon tumbuh, berbunga, berbuah, dan beberapa mati. Namun bila kau menyimpan terus sakit hatimu, kau harus tahu bahwa akan ada yang merugi; jiwa ragamu, yang layak berbahagia sampai nanti"
   sering kita bertanya akan hal hal yang membatalkan puasa di era digital ini, terutama hal hal yang berkaitan dengan segala sesuatu yang belum ada di zaman kanjeng nabi dulu, nah mungkin ini bisa bermanfaat untuk temen semua yang mencari informasi tentang pengetahuan tentang hal hal yang membatalkan puasa di zaman modern ini.......
  Berikut ringkasan dari pembatal puasa di zaman modern, para ulama kontemporer dan sebagian dokter telah membahasnya

Thursday, April 9, 2015

Catatan Harian : Patah Hati

Baca Juga

Aku coba untuk memahami jika cinta adalah sesuatu yang diberikan tanpa mengharap sesuatu. Pernah baca begini "jika kamu mencintai seseorang janganlah mengharapkan balasan dari cinta itu, sebab jika kamu mengharap hal itu maka kamu akan berharap pada orang tersebut" "dan cintai orang tersebut seperti sungai yang mengalir, sebab jika cintamu seperti bunga yang mekar, maka cinta itu akan layu bersama berlalunya musim"

Tuesday, March 31, 2015

Catatan Qvaa : Mewujudkan kata kata

Baca Juga

"untuk mendapatkan batu yang besar, kadang kita harus dengan menyingkirkan batu yang kecil"

setiap manusia adalah pejuang untuk dirinya sendiri.
kamu bilang kamu akan datang besok, tetapi kamu tidak datang. . . . . . . .
Aku paham betapa pentingnya kamu disana, tentang bagaimana untuk meraih batu yang besar untuk sebuah harapan untuk mereka yang mungkin sekarang sedang putus asa.

Aku bilang kamu akan datang, tetapi kamu tetap tidak datang. Yang menunggumu bukan aku, tapi mereka yang seperti aku, yang berharap jika kamu adalah jawaban yang ditunggu selama ini.
Dan semua berlalu dengan harapan yang tetap menjadi harapan yang bukan dengan kamu mewujudkannya.