Baca Juga
- Kitab Alala : Pentingnya Ketabahan dalam Perjuangan
- Kitab Alala : Arti Manusia di Sekitar Kita
- Kitab Alala : Menghinakan Nafsu
- Kitab Alala : Keutamaan Orang Yang Berilmu
- Manfaat & Bahaya Menikah Menurut Kitab Quritul Uyun
- Faidah dan Khasiat Surat Yusuf
- Kitab Alala : Anjuran untuk Merantau
- Nafkah untuk Keluarga menurut Kitab Qurotul Uyun
- KISAH KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW cocok untuk pidato dan ceramah peringatan maulid nabi
- Rahasia & Kiat Bersenggama dengan pasangan Menurut Kitab Fathul Izar
- Kewajiban memuliakan Guru menurut Kitab Alala
Ilmu akan tetap melekat pada pemiliknya manakala ia sudah tinggal tulang belulang didalam kuburnya, sementara gading akan segera terlepas manakala gajah mati dalam waktu yang tidak terlampau lama, sejarah sudah membuktikan betapa para ilmuwan tetap hidup sepanjang masa meskipun mereka telah tiada berabad-abad lamanya, yah meskipun arti hidupnya sangat berbeda dengan arti kehidupan nyata mereka, kehidupan mereka sekarang ini adalah kehidupan ilmunya yang masih tetap menerangi kehidupan manusia, begitupula keberadan keilmuan mereka yang masih tetap diperhatikan dan jadi pertimbangan bagi manusia yang hidup sesudah mereka, kita masih sangat sering mendengarkan orang- orang menyebutkan nama Imam Syafi’i, Imam Ghozali, Syeh Abdul Qodir Al Jaelani, dan para ilmuwan lainnya, padahal terkadang kita berkumpul dengan banyak orang namun nama kita tidak di sebutkan sekalipun, kenapa? karena kita tidak berilmu atau berilmu tapi ilmu kita tidak mampu menerangi kehidupan mereka.
Maka dari itu sangat tepat sekali perumpamaan bahwa orang yang bodoh walaupun masih bernafas sudah tergolong orang mati karena kehidupannya sudah tidak diperhitungkan lagi layaknya mereka yang sudah mati. Namun demikian mencari ilmu tidak boleh dengan tujuan agar nama kita abadi,ilmu adalah bukan tujuan pokok dalam belajar,ilmu hanyalah alat agar kita bisa mengenal diri sendiri,bahwa diri kita adalah hamba yang lemah yang tiada mempunyai kemampuan apapun tanpa rahmat dari Allah subhanahu watala, yang dengan pengertian inilah kita bisa menyembah tuhan tanpa pijakan apapun selain bahwa kita adalah hambanya, hamba yang harus taat melaksanakan perintahnya dan menjauhkan larangannya tanpa tujuan apapun.
Teruslah Belajar, sampai orang mengenalmu sebagai orang yang berhasil dalam belajar. belajar adalah proses yang dimana tidak ada terlambat untuk memulai dan tidak ada terlalu lama untuk selesai.
No comments:
Post a Comment