Baca Juga
- Rahasia & Kiat Bersenggama dengan pasangan Menurut Kitab Fathul Izar
- Kewajiban memuliakan Guru menurut Kitab Alala
- Kitab Alala : Pentingnya Ketabahan dalam Perjuangan
- Kitab Alala : Arti Manusia di Sekitar Kita
- Kitab Alala : Menghinakan Nafsu
- Kitab Alala : Berusaha Keras Mencari Ilmu terutama Ilmu Fiqih
- Kitab Alala : Keutamaan Ahli Fiqih dari pada Ahli Ibadah
- Kitab Alala : Keutamaan Orang Yang Berilmu
- Nafkah untuk Keluarga menurut Kitab Qurotul Uyun
- KISAH KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW cocok untuk pidato dan ceramah peringatan maulid nabi
- Manfaat & Bahaya Menikah Menurut Kitab Quritul Uyun
- NASEHAT UNTUK ANAKKU, BERSIAPLAH UNTUK KEHIDUPAN
- Keutamaan Ilmu Fiqih Menurut Kitab Alala
- Kiat Menjaga Ilmu Menurut kitab Alala
- Adab Memuliakan Guru menurut Kitab Alala
- Muqadimah Kitab Fathul Izar
- NASKAH Kitab Fathul Izar
- Kitab Alala : Anjuran untuk Merantau
- Ancaman Istri yang Tidak Taat Suami Menurut Kitab Qurotul Uyun
- Keutamaan Menikah Menurut Kitab Qurotul Uyun
Senang berjumpa lagi dengan anda, setelah sebelumnya kita membahas 6 syarat mencari ilmu, lalu tips bagaimana mencari teman, sekarang kita bahas tentang bagaimana kiat untuk menjaga ilmu.
Dalam mencari ilmu tentunya kita mencari berbagai macam cara yang digunakan untuk tercapai sesuai yang dikehendaki (metode). Dalam kitab Ta’limul Muta’alim disebutkan waktu mengulangi pelajaran yang telah lewat di awal dan akhir waktu malam, karena saat Maghrib dengan Isya’ dan waktu sahur (menjelang Shubuh) adalah saat- saat yang diberkaho Allah SWT.
Analoginya Ilmu bagai hewan liar, bila tidak di jaga dengan baik maka akan kabur melarikan diri, dan bila di jaga dengan baik dengan pemeliharaan yang baik pula maka lambat laun akan jadi jinak, dan bila sudah jinak maka dia akan datang kapanpun kau mau ia datang. Jadi ilmu yang telah kita dapatkan wajib kita jaga dengan memperbanyak muthola’ah, mencatat dan muroja’ah, setelah itu jangan kita puas dengan ilmu yang telah kita dapatkan kita harus menambahkannya setiap hari karena ilmu yang kita dapatkan seberapa tinggipun pasti lebih banyak ilmu yangt belum kita dapatkan. Perlu diingat kita wajib manambahkan ilmu baru itu setelah ilmu yang kita punya benar- benar sudah terjaga, memang jangan sampai hari ini kita mempelajari suatu hal baru sementara yang kemarin terlupakan.Hal yang tak kalah pentingnya adalah mengamalkannya. ibarat pohon tanpa buah begitulah pribahasa yang pas untuk menjelaskan hal ini. Ketika kita sudah memahami suatu hal maka ada kewajiban kita mengamalkan ilmu tersebut, karena diantara letak kemanfaatan ilmu itu ketika diamalkan. Percayalah ilmu ketika diamalkan maka akan tak berkurang tetapi bertambah tanpa kita sadari sebaliknya harta yang kita punya sebanyak apapun kemudian kita belanjakan untuk memenuhi kebutuhan hidup kita makan akan perlahan habis. Itu artinya kita tidak akan mengalami kerugian ketika mengamalkan ilmu, bahkan Allah SWT membalasnya dengan pahala untuk kita sebagai amal kebaikan. Bentuk lain penghormatan kepada ilmu adalah memuliakan kitab, karena itu dianjurkan bagi penuntut ilmu agar tidak mengambil kitab kecuali dalam keadaan suci.
Diantara penghormatan wajib kepada kitab adalah jangan menjulurkan kaki kearah kitab, hendaklah meletakkan kitab tafsir di atas kitab yang lain dengan niat memuliakan, dan tidak meletakkan barang apapun di atas kitab. Termasuk arti memuliakan kitab yaitu menuliskannya sebagus mungkin, jangan corat-coret dan jangan pula membuat catatan-catatan yang mengaburkan tulisan kitab, kecuali keadaan terpaksa.
No comments:
Post a Comment